Pengertian, Jenis dan Syarat Wakaf

Diposting pada

Apa itu wakaf? Berapa jenis wakaf? Apa saja syarat wakaf? Berikut penjelasan pengertian, jenis dan syarat dari beberapa ulama.

Secara bahasa, wakaf diambil dari kata wakaf (Arab: وقف‎, [ˈwɑqf]; plural Arab: أوقاف‎, awqāf; bahasa Turki: vakıf, bahasa Urdu: وقف) yang artinya “menahan” atau “berhenti”. Sebagai satu istilah dalam syariah Islam, wakaf diartikan sebagai penahanan hak milik atas materi benda (al-‘ain) untuk tujuan menyedekahkan manfaat atau faedahnya (al-manfa‘ah) (al-Jurjani: 328).

Sedangkan para ulama berbeda pendapat dalam memberi pengertian wakaf, diantaranya :

Pertama, Hanafiyah mengartikan wakaf sebagai menahan materi benda (al-‘ain) milik Wakif dan menyedekahkan atau mewakafkan manfaatnya kepada siapapun yang diinginkan untuk tujuan kebajikan (Ibnu al-Humam: 6/203)

Kedua, Malikiyah berpendapat, wakaf adalah menjadikan manfaat suatu harta yang dimiliki (walaupun pemilikannya dengan cara sewa) untuk diberikan kepada orang yang berhak dengan satu akad (shighat) dalam jangka waktu tertentu sesuai dengan keinginan Wakif (al-Dasuqi: 2/187)

Ketiga, Syafi‘iyah mengartikan wakaf dengan menahan harta yang bisa memberi manfaat serta kekal materi bendanya (al-‘ain) dengan cara memutuskan hak pengelolaan yang dimiliki oleh Wakif untuk diserahkan kepada Nazhir yang dibolehkan oleh syariah (al-Syarbini: 2/376)

Keempat, Hanabilah mendefinisikan wakaf dengan bahasa yang sederhana, yaitu menahan asal harta (tanah) dan menyedekahkan manfaat yang dihasilkan (Ibnu Qudamah: 6/185)

Sedangkan menurut UU Wakaf Nomor 41 Tahun 2004, wakaf berarti perbuatan hukum wakif (pihak yang melakukan wakaf) untuk memisahkan dan/atau menyerahkan sebagian harta benda miliknya untuk dimanfaatkan selamanya atau untuk jangka waktu tertentu sesuai dengan kepentingannya guna keperluan ibadah dan/atau kesejahteraan umum sesuai syariah

Jenis-jenis Wakaf

Ada berapa jenis wakaf itu? Banyak yang menganggap wakaf adalah tanah makam atau bangunan masjid. Namun sebenarnya wakaf itu sangat beragam. Ada beberapa jenis wakaf

Berikut zonaislami sajikan artikel tentang Jenis-jenis wakaf yang perlu diketahui

1. Wakaf berdasarkan Peruntukan

Berdasarkan peruntukan ada dua jenis wakaf, yaitu

  • Wakaf ahli (wakaf Dzurri/wakaf ’alal aulad) yaitu wakaf yang diperuntukkan bagi kepentingan dan jaminan sosial dalam lingkungan keluarga, dan lingkungan kerabat sendiri.
  • Wakaf Khairi (kebajikan) yaitu wakaf yang secara tegas untuk kepentingan agama (keagamaan) atau kemasyarakatan (kebajikan umum)
2. Wakaf berdasarkan Jenis Harta

Benda tidak bergerak terdiri dari:

  • Hak atas tanah : hak milik, strata title, HGB/HGU/HP
  • Bangunan atau bagian bangunan atau satuan rumah susun
  • Tanaman dan benda lain yang berkaitan dengan tanah
  • Benda tidak bergerak lain

Benda bergerak selain uang, terdiri dari:

  • Benda dapat berpindah
  • Benda dapat dihabiskan dan yang tidak dapat dihabiskan
  • Air dan Bahan Bakar Minyak
  • Benda bergerak karena sifatnya yang dapat diwakafkan
  • Benda bergerak selain uang
  • Surat berharga
  • Hak Atas Kekayaan Intelektual:
  • Hak atas benda bergerak lainnya

Benda bergerak berupa uang (Wakaf tunai, cash waqf)

3. Wakaf berdasarkan Waktu

Berdasarkan waktu ada 2 jenis yaitu

  • Muabbad, adalah wakaf yang diberikan untuk selamanya
  • Mu’aqqot, adalah wakaf yang diberikan dalam jangka waktu tertentu
4. Wakaf berdasarkan penggunaan harta yang diwakafkan

Berdasarkan penggunaan harta wakaf, ada 2 jenis yaitu

  • Ubasyir/dzati yaiut harta wakaf yang menghasilkan pelayanan masyarakat dan bisa digunakan secara langsung seperti madrasah dan rumah sakit) .
  • Mistitsmary, yaitu harta wakaf yang ditujukan untuk penanaman modal dalam produksi barang-barang dan pelayanan yang dibolehkan syara’ dalam bentuk apapun kemudian hasilnya diwakafkan sesuai keinginan pewakaf

Dari penjelasan diatas sudah jelas, ruang lingkup wakaf begitu luas, tidak saja hanya tanah kosong yang belum produktif atau bangunan yang tak berpenghuni.

Syarat Wakaf

Wakaf juga akan dinyatakan sah apabila telah terpenuhi rukun dan syaratnya. Adapun rukun wakaf ada 4 macam, sedangkan syaratnya ada pada setiap rukun-rukun tersebut, yaitu :

Syarat Wakif

Orang yang mewakafkan disyaratkan cakap bertindak dalam membelanjakan hartanya. Kecakapan bertindak disini meliputi 4 macam kriteria, yaitu:

  • Merdeka,
  • Berakal sehat,
  • Dewasa,
  • Tidak di bawah pengampuan
SyaratMauquf

Benda-benda yang diwakafkan dipandang sah apabila memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :

  • Benda tersebut harus mempunyai nilai,
  • Benda bergerak atau benda tetap yang dibenarkan untuk diwakafkan,
  • Benda yang diwakafkan harus tertentu (diketahui) ketika terjadi wakaf,
  • Benda tersebut telah menjadi milik si wakif.
Syarat Mauquf ‘Alaih

Mauquf ‘Alaih yaitu orang atau badan hukum yang berhak menerima harta wakaf. Adapun syarat-syaratnya ialah:

  • Harus dinyatakan secara tegas pada waktu mengikrarkan wakaf,
  • Harus dinyatakan secara tegas kepada siapa/apa ditujukan wakaf tersebut,
  • Tujuan wakaf itu harus untuk ibadah.
SyaratShighat

Shighat akad adalah segala ucapan, tulisan atau isyarat dari orang yang berakad untuk menyatakan kehendak dan menjelaskan apa yang diinginkannya. Adapun syarat sahnya shighat adalah:

  • Shighat harus munjazah (terjadi seketika),
  • Shighat tidak diikuti syarat bathil.
  • Shigaht tidak diikuti pembatasan waktu tertentu,
  • Tidak mengandung suatu pengertian untuk mencabut kembali wakaf yang sudah dilakukan

*sumber: wakaf.or.id